Belajar Library 2.0 dengan Luckty Giyan Sukarno

Casey dan Laura C.Savastinuk, dalam Library Journal, 9/1/2006 yang berjudul Library 2.0: Service for the next-genaration library. Dikatakan bahwa  Perpustakaan 2.0 atau lebih mudahnya P.2.0 dapat merevitalisasi cara kita berinteraksi dan melayani pengguna kita. Jantung P.20 adalah perubahan yang berpusat pada pengguna. Merupakan model layanan perpustakaan yang mendorong perubahan berkelanjutan yang berguna, dengan mengundang partisipasi pemakai dalam mencipta serta mengevaluasi baik layanan fisik maupun visual yang mereka kehendaki. Juga berupaya mencari pengguna baru dan melayani pengguna yang sudah ada dengan lebih baik.

Batasan yang diberikan oleh Sarah Houghton tentang P.2.0 secara singkat adalah membuat ruang perpustakaaan (baik fisik maupun virtual) menjadi lebih interaktif, kolaboratif, dan didorong oleh kebutuhan masyarakat pemakai. Awal upaya antara lain dengan menggunakan blog, permainan (games), dan situs foto bersama. Hal yang mendasar adalah agar orang kembali menggunakan perpustakaan; dengan membuat perpustakaan sesuai dengan kehendak dan kebutuhan hidup keseharian para pemakai. Membuat perpustakaan sebagai tujuan utama dan bukan pilihan akhir. Semua itu secara ringkas dinyatakan oleh Blyberg dengan rumus:

Library 2.0 = (books and stuff + people + radical trust) x participation

Atau

Perpustakaan 2.0 = (koleksi + orang + kepercayaan radikal) x partisipasi

Melihat rumus di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kunci dari P 2.0 adalah partisipasi baik pustakawan maupun pengguna perpustakaan.

Ada dua tokoh central disini yaitu pustakawan dan pengguna perpustakaan atau lazim kita sebut pemustaka. Mari kita kaitkan keduanya dalam sebuah olah kata sederhana sehingga kita bisa lebih memahami bagaimana penerapan library 2.0 di perpustakaan Indonesia atau salah satu perpustakaan di Indonesia.

Luckty Giyan Sukarno, Takdir hidupnya tidak pernah jauh dari buku. Menamatkan kuliahnya di Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan FIKOM UNPAD, tahun 2008. Luckty ini pernah magang di perpustakaan Bandung Internasional School (2007) dan perpustakaan SMK Negeri 13 Bandung (2007) serta ikut dalam proyek digitalisasi koleksi di Museum Konferensi Asia Afrika (2009). Pada tahun 2008-2009, luckty bekerja di Library and Knowledge Centre FIKOM UNPAD. Kemudian tahun 2010 bekerja di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung. Dan sekarang aktif sebagai pustakawan di perpustakaan SMA Negeri 2 Metro, Lampung. Luckty juga aktif sebagai kontributor di beberapa penerbit buku dan rutin mendapatkan kiriman buku terbaru untuk diresensi.

Luckty Giyan Sukarno dapat dihubungi dengan alamat-alamat berikut,

Facebook: www.facebook.com/luckty

Twitter: https://twitter.com/lucktygs

WordPress: http://luckty.wordpress.com/ (khusus blog buku)

Blogspot: http://catatanluckty.blogspot.com/

Tujuannya menggunakan social media adalah untuk mencari link yang berkaitan dengan perpustakaan, seperti: penerbit, penulis atau pustakawan serta perpustakaan yang lain. Social media juga dimanfaatkan dalam perpustakaan antara lain sebagai berikut:

A. memposting segala kegiatan di perpustakaan, terangkum di link ini:

B. memposting review buku perpustakaan, bisa dilihat di http://luckty.wordpress.com 

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan menerapkan social media di perpustakaan SMA Negeri 2 Metro, Lampung antara lain adalah siswa-siswi semakin rajin datang ke perpustakaan. Antusias siswa semakin tinggi dengan perpustakaan dan ada kebanggaan tersendiri ketika foto mereka ditampilkan di facebook apalagi ditunjang kepala sekolah sangat mengapresiasi segala kegiatan yang dilakukan di perpustakaan lewat foto-foto yang diupload via facebook. Bahkan telah menorehkan prestasi karena pengalaman luckty sebagai pustakawan yaitu sebagai juara dua dalam lomba kepenulisan. Sebagai kalimat pamungkas dari luckty bahwa perpustakaan di era globalisasi sekarang ini, mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman. Begitu juga dengan pola pikir pustakawannya. Kalau masih konvensional, ya bakal digerus zaman dan ditinggalkan oleh pemustakanya. 

Hebat sekali ya pustakawan satu ini, Inilah salah satu potret penerapan library 2.0 di perpustakaan dimana penggunaan social media sebagai komunikasi antara pustakawan dan pemustaka. Semoga ini juga menginspirasi perpustakaan yang lain.

Gambar

GambarGambar

Sumber:

Blasius Sudarsono, Menerapkan Konsep Perpustakaan 2.0 dalam http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/357/jbptunikompp-gdl-blasiusdar-17824-1-menerapk-n.pdf diunduh pada tanggal 13 Desember 2013 pukul 09.00 WIB.

Hasil wawancara dengan Luckty Giyan Sukarno via facebook.

Iklan

4 Komentar

Filed under Kepustakawanan

4 responses to “Belajar Library 2.0 dengan Luckty Giyan Sukarno

  1. luckty

    Wah, makasih yaaaa… 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s